Tampilkan postingan dengan label INFO UNIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO UNIK. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 November 2013

Pemira Legislatif FPIK 2013

daftar perwakilan kelas untuk di dpm paling lambat hari jumat
ayo, sebelum di rekomendasikan sama komti dan ketua himpro


Kamis, 07 November 2013

Find the Great Heroes

don't miss it .. 22,23,24 Nov 2013
IPB ISLAMIC FESTIVAL DAN SARASEHAN NASIONAL LDK SE-INDONESIA
lebih dr 500 aktivis dakwah kampus berkumpul ..

Rabu, 23 Oktober 2013

Goresan Tinta Emas Sebagai eksistensi Perikanan dan Kelautan Indonesia


Dalam rangka merayakan Dies-Natalis emas ke-50 tahun (1963-2013), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB mengadakan
Program Kreativitas Siswa Gagasan Tertulis (PKGST) dengan tema:

“Goresan tinta emas sebagai eksistensi perikanan dan kelautan Indonesia”

Lomba PKSGT dalam rangka memperingati dan merayakan 50 tahun FPIK IPB ini memiliki hadiah sebagai berikut:

Hadiah utama:
1 Golden Ticket untuk menjadi mahasiswa FPIK IPB 2014 !
dan Piala dekanat FPIK IPB + sertifikat

Syarat dan ketentuan lomba karya tulis ilmiah adalah sebagai berikut:

• Peserta merupakan pelajar tingkat SMA/MA/SMK/sederajat tingkat akhir di Indonesia yang lulus pada tahun 2014
• Peserta wajib membuat gagasan tertulis sesuai tema berikut:

1. Peran dan peluang perikanan budidaya untuk meningkatkan perekonomian bangsa
2. Pengelolaan sumberdaya laut yang berkelanjutan
3. Peran dan peluang pengolahan produk perikanan dalam menopang ketahanan pangan Indonesia
4. Upaya perikanan tangkap yang berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia
5. Eksplorasi biodiversitas laut Indonesia dalam menunjang revolusi biru

• Peserta wajib mengisi formulir pendaftaran secara online di http://gpk2013.weebly.com/pksgt.html

• Karya bersifat individu atau perorangan

• Setiap peserta hanya dapat mengirimkan satu buah karya original, belum pernah dipublikasian sebelumnya serta
tidak sedang diikutkan dalam perlombaan lainnya

• Karya tulis ilmiah menekankan pada aspek orisinalitas pemikiran, argumentasi, ketajaman analisis

  serta kemungkinan solusi yang ditawarkan

• Peserta wajib membayar biaya pendaftaran sebesar Rp. 30.000/karya melalui nomor rekening 

  Bank BNI 0296042770 atas nama Farizal Azis Hanafiah dan konfirmasi ke nomor 089659652267
  (Taufik Hidayat)

• Peserta wajib mengumpulkan karya berbentuk softcopy dengan menyertakan scan kartu identitas

  atau kartu pelajar, serta hasil scan bukti pembayaran ke email PKSGT.GPK2013@gmail.com

• Keputusan dewan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat

Time line Kegiatan adalah sebagai berikut:

1 November 2013      :  Batas terakhir registrasi dan pengumpulan karya tulis ilmiah
1-6 November 2013   :  Tahap penyeleksian karya tulis ilmiah
6-10 November 2013 :  Pengumuman 20 besar pemenang lomba karya tulis ilmiah
15 November 2013    :  Presentasi 20 besar pemenang lomba karya tulis ilmiah di Fakultas Perikanan

                                      dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor

Format penulisan karya tulis ilmiah dapat diunduh di http://gpk2013.weebly.com/pksgt.html
   
   BANTU SHARE KE SMA/MA/SMK kalian ya....

Jumat, 12 Juli 2013

Robot Ikan




Jika melihat ikan ini, pasti kita akan mengira ia adalah sebuah mainan. Padahal, ikan gurame berukuran panjang 1,5 meter ini merupakan robot yang dapat memerangi polusi di dalam laut.

Robot bertampang seram dan garang ini memiliki sensor kimia untuk mendeteksi bahan bakar kapal dan kimia di air. Dengan sensor tersebut, si ikan robot akan menggumpulkan polusi apa saja yang ada di laut dan mengirimkannya melalui transmiter untuk diteliti.

Robot ikan cinta lingkungan ini dirancang untuk menjelajahi laut dalam waktu beberapa bulan, dan diharapkan dapat mencegah penyebaran polusi dengan melacak sumbernya langsung. Melalui penemuan ini diharapkan setidaknya polusi laut dapat ditanggulangi

Robot hasil rancangan profesor Huosheng Hu dan timnya dari University of Essex, Inggris ini ternyata digerakkan oleh baterai dan dapat bertahan selama 8 Jam tanpa digerakan oleh remote controle.

Harga robot ini sangat mahal yaitu 20.000 Poundsterling per unit. Saat ini tim pembuat robot masih menyempurnakan suara yang ditimbulkan agar tidak mengganggu penghuni laut  lainnya.

Robot Manusia Buatan Jepang


Jika banyak negara masih berkutat pengembangan OS Android yang diaplikasikan ke smartphone, Jepang mampu menerbitkan teknologi canggih dengan mengembangkan robot manusia yang berjalan dengan sistem operasi Android. Dijuluki Android karena sistem Android pada robot dapat berdiri sendiri. Robot Android yang diciptakan oleh ilmuwan robot Jepang ini bukanlah robot yang memiliki rangka baja seperti yang biasa kita lihat. Lebih jauh ke depan, Robot ini sangat mirip sekali dengan manusia. Pakaian, rambut, kulit maupun wajah.
Seperti yang dilansir dari Yahoo, Ilmuwan robot Jepang Hiroshi Ishiguro, pimpinan Intelligent Robotics Laboratory di Osaka University, Jepang menggambarkan hasil karya itu sebagai android yang hidup. Namun di sana ada dua Hiroshi Ishiguro, yang hidup dan bernapas, dan yang satu lagu berupa robot.


Pada 15 Juni 2013 kemarin di Global Futures 2045 International Congress, konferensi futuristis yang berfokus pada teknologi. Di ajang inilah Jepang memperkenalkan sebuah robot baru dengan sistem

Penampilan si robot manusia itu sangat mengejutkan. Bahkan yang lebih hebat lagi robot itu mampu melakukan gerakan terkecil serta mengedipkan mata. Selama beberapa tahun Ishiguro telah mengembangkan sejumlah robot yang mengagumkan. Robot yang dipamerkan di sana adalah bernama “Geminoid”. Geminoid adalah sebuah android yang menyerupai manusia sungguhan yang dikendalikan dari jarak jauh oleh rekannya di belakang panggung. Ishiguro bergurau bahwa ia bisa menggunakan Geminoid untuk menggantikannya mengajar di universitas. Bahkan saking mirip dengan dirinya, orang-orang dapat menganggap robot Android itu sebagai dirinya sendiri, kata Ishiguro.

Selain robot Geminoid yang dipamerkan, Ishiguro juga mengatakan bahwa dia telah mengembangkan Geminoid lain, yang satu ini adalah android wanita yang bergaya, yang telah ia pamerkan di berbagai etalase toko pakaian. Selain memamerkannya, Ishiguro juga membawa robot-robotnya berjalan-jalan sebagai bagian dari “teater android” yang berakting dengan ekspresi  menyerupai manusia sungguhan. Teater Ishiguro bahkan pernah dipentaskan di sebuah gereja, membuat para penonton menyamakan sebuah robot perempuan sebagai seorang martir. (Nariswari)

Kamis, 11 Juli 2013

Kenangan Masa Kecil dari Pinggiran Kota Jakarta



 By : Aa gun (Tw:@ciledugcity69 Fb: aagun.gunawan)

Inilah hiburan masa kecilku, atau mungkin mereka-mereka yang telah menapak hidup di era tahun 70-80an sampai menjelang era 90an tentu mengenal hiburan berupa penayangan film gratis semalaman, dimulai setelah shalat isya dan diakhiri menjelang subuh, lilm layar tancap. Dinamakan demikian karena hiburan ini menggunakan kain putih besar kira-kira berukuran dua kali limaan kurang lebih yang ditancapkan dengan menggunakan bambo, sebagai screennya. Sekelumit memory masa kecil dipinggiran kota Jakarta dan Tangerang, Ciledug tepatnya.

Layar tancap memang menjadi hiburan satu-satunya saat itu, vcd maupun DVD belumlah ada, kalaupun ada, itu berupa kaset film, kami mengenalnya Video. Tentu bagi saya pada itu merupakan barang mewah tak mampu orangtua untuk memilikinya, televisipun harus menonton ke tetangga sebelah rumah, he..he..he..kacian dech loch. Tapi meski demikian masa kanak-kanak itu saya lewati dengan ceria, permainan tradisonal gala asin (begitu kami menyebutnya) yang dimainkan di tanah lapang saat menjelang dan saat bulan purnama, begitu riangnya kami memainkan. Adalagi dampu, taplak, karet, congklak, takadal, petak umpet dan seabreg mainan tradional lainnya, yang kini telah hampir punah beriring semakin modern dan instannya kehidupan.

Kembali ke layar tancap. Hiburan yang biasa diadakan malam-malam libur, terutama sabtu malam minggu. Acara ini ditanggap (begitu saya menyebutnya) oleh mereka-mereka yang secara ekonomi hidupnya telah cukup mapan, atau mereka yang sengaja memapankan diri demi gengsi, bukan masalah bagi saya, yang penting saya bisa menyaksikan hiburan semalam suntuk secara gratis ditengah lapang yang jika turun hujan ataupun gerimis, bubarlah sekumpulan manusia-manusia yang haus hiburan, dari fenomena ini ada mereka yang menyebutnya film misbar, gerimis bubar, walah…aya-aya wae, tapi itulah realitas masa itu.

Penayangan hiburan ini pun menjadi sumber penghidupan secara ekonomi bagi masyarakat kecil, penjual bakso, mie ayam, ketoprak, onde-onde, ketupat sayur dan nasi uduk betawi, lepet, kerupuk pasir, kacang rebus, jagung rebus, minuman ringan, uli bakar dan lain-lain, bahkan arena arena ini juga dimanfaatkan oleh para Bandar judi kecil-kecilan, koprok. Dulu para penonton hiburan rakyat ini datang dari berbagai penjuru, jangan harap anda bisa duduk manis didepan dengan gelaran kertas koran atau tikar jika datang menjelang pemutaran film, anda harus berdesakan dengan ratusan orang yang duduk dan berdiri sesak memenuhi lapangan hiburan malam itu. Atau anda bisa sedikit menyaksikannya tetapi dibelakang layar, memang agak sepi, tapi bisa membuat kepala pusing karena tampilannya terbalik, apalagi saat penayangan film yang ada translate nya seperti fim Barat, India atau mandarin.
Saya dan teman-teman main saya atau memang sudah tradisi yang entah dari mana asalnya membagi film ini dalam dua kategori, pertama film mabak, film gede, kaki tunjang dan film kecil, film duduk atau noeng. Film mabak, film gede biasanya film-film bagus, ukuran filmnya kalau tidak salah 35mili. Penyelenggaranya hajatan yang kaya biasanya nanggap film ini. Sedang film kecil itu film-film lama yang warnanya terkadang sudah kemerah merahan dengan suara soundnya yang khas mendayu-dayu dan hampir semua film lokal.
Ada yang unik, tapi sifatnya anarkis pada saat penayangan layar tancap itu, jika kabar yang tersebar film tersebut berbayar mahal, mabak, film gede, tetapi jika yang ditayangkan adalah film-film lama, sering ditayangkan apalagi ngga rame/seru, siap-siap saja aka nada kata-kata provokatif dari para penonton yang terkadang tidak jelas sumberny berteriak, “ganti..gantii…, rubuiiin..rubuiin”, bukan hanya itu, bahkan ada mereka yang iseng melemparkan batu atau benda-benda keras lainnya kearah kamera projector, jika provokasi ini berhasil pengusaha film bisa tertimpa kerugian dengan alat-alat perfilemannya, bahkan ada yang sadis menebang bamboo penopang layar, robohlah, dan kemungkinan besar pemutaran filmpun dibatalkan.
Itulah fenomena layar tancap yang pernah penulis alami saat usian smp, dari pengalaman menonton film tersebut memory saya menyimpan film kesukaan pada film-film seperti mandarin dengan kungfu, ninja dan shaolinnya, india dengan lagu-lagu yang disertai tampilan gayanya yang khas taman-taman indah, sungguh melegenda dalam ingatan ini, fenomena layar tancap pengalaman usia-usia smp-an. Kini entah kemana, pernah suatu saat melintas penayangan layar tancap, tapi tidak seramai dan seunik penampilan projector dan layar pada masa itu, mungkin telah berevolusi.

Selasa, 09 Juli 2013

Kafe Bersuhu Minus 6 Derajat

Di musim panas, cuaca Dubai dapat mencapai 40 derajat celcius dan membuat Anda berkeringat meski tidak beraktivitas.
Namun, di sana tersedia tempat nongkrong bersuhu minus 6 derajat celcius yang dapat membuat Anda terhindar dari sengatan matahari, bahkan jadi beku kedinginan. 

Chillout Cafe, itulah nama kafe yang terbuat dari es. Tempat ini terletak di pusat perbelanjaan Times Square, sebelah Dubai Ski Dome yang sering menjadi tempat asyik jika ingin berseluncur di bukit-bukit salju buatan.
Seperti dilansir Oddity Central, semua hal di kafe ini terbuat dari es termasuk tirai, meja, bangku, hiasan lampu dan pajangan-pajangan. Bahkan peralatan makan seperti sendok, garpu, piring dan gelas juga terbuat dari es.

Pengunjung disarankan agar mengenakan jaket dan sepatu khusus agar terhindar dari dinginnya suhu di tempat ini.
Jika sudah mengenakan semua itu dan masih merasa kedinginan, maka disediakan pakaian tambahan berbahan wol agar lebih menghangatkan tubuh.
Di sini tidak akan ditemukan tetesan atau genangan es yang mencair dan lantai terbuat dari keramik yang tidak licin agar terhindar dari kecelakaan yang tidak diinginkan.
Dengan 60 Dirham (setara dengan Rp 160 ribu), Anda sudah dapat menikmati uniknya kafe ini dan sajian minuman lezat.

Kung Fu Komang 2

























































































Beranda

Like this blog